
Nagari Batipuah Ateh, Kabupaten Tanah Datar, Senen-21 Juli 2025– Tim dosen Politeknik Negeri Padang yang diketuai oleh Dr. Yuhefizar melaksanakan kegiatan survei dan pendataan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Nagari Batipuah Ateh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun anggaran kedua.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal dari upaya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan UMKM yang ada di nagari tersebut. Survei dilaksanakan secara langsung ke lokasi usaha para pelaku UMKM, dengan metode wawancara dan observasi mendalam untuk menggali potensi, tantangan, dan kebutuhan nyata dari pelaku usaha di tingkat akar rumput.
Sebanyak 10 UMKM menjadi target utama dalam program ini. UMKM yang tersebar di berbagai sektor seperti kuliner tradisional, kerajinan tangan, Batik serta pengolahan hasil pertanian menunjukkan potensi besar untuk berkembang, namun masih menghadapi sejumlah kendala yang menghambat pertumbuhan usaha mereka.
Salah satu kekuatan khas dari UMKM Nagari Batipuah Ateh adalah kuliner lokal tradisional seperti Lamang Kujuik, sejenis lamang berbumbu khas yang dimasak dalam balutan daun pisang dan menjadi ikon kuliner saat acara adat dan hari besar. Selain itu, terdapat juga Kawa Daun, minuman tradisional berbahan daun kopi yang diseduh dengan cara khas dan memiliki nilai budaya tinggi.
Tak hanya kuliner, UMKM Batipuah Ateh juga bergerak di sektor kerajinan lokal, antara lain batik khas daerah serta rajutan benang, yang diproduksi secara rumahan dan dijual dalam skala terbatas. Produk-produk ini sebenarnya memiliki daya tarik tinggi untuk pasar wisata dan budaya, namun belum terkelola secara optimal.
Dari hasil pendataan, ditemukan beberapa masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM, antara lain terkait kemasan produk, yang dinilai belum menarik dan belum memenuhi standar pasar modern. Hal ini menghambat produk untuk bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk toko modern dan e-commerce, termasuk belum memiliki merek/branding untuk usahanya.
Selain itu, legalitas usaha juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki izin resmi seperti sertifikat PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga), label halal, serta Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini menjadi hambatan ketika mereka ingin menjalin kerja sama dengan mitra distribusi yang lebih besar.
Permasalahan lain yang cukup krusial adalah minimnya alat produksi yang memadai. Banyak pelaku UMKM masih menggunakan alat-alat manual dan sederhana, yang menyebabkan proses produksi berjalan lambat dan tidak efisien. Akibatnya, kapasitas produksi menjadi terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar secara optimal.
Dalam hal pemasaran, sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan penjualan langsung kepada konsumen lokal. Pemanfaatan media digital dan platform online masih sangat rendah, sehingga mereka belum bisa merasakan manfaat dari pasar digital yang lebih luas.
Dari segi struktur usaha, mayoritas UMKM yang terdata masih dijalankan oleh anggota keluarga inti. Ini tentu menjadi kendala ketika permintaan meningkat dan dibutuhkan tenaga tambahan untuk mendukung proses produksi. Kurangnya tenaga kerja juga berdampak pada keterbatasan jam kerja dan kapasitas produksi.
Menanggapi temuan tersebut, Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang menyatakan komitmennya untuk mencarikan solusi-solusi akademik dan praktis. Langkah strategis akan dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi legalitas dan peralatan produksi sesuai kebutuhan masing-masing UMKM.
“Kami melihat potensi besar dari UMKM di Nagari Batipuah Ateh ini. Namun memang perlu intervensi yang terstruktur agar mereka bisa naik kelas dan berdaya saing. Inilah yang menjadi fokus program kami tahun ini,” ujar Dr. Yuhefizar saat ditemui di sela kegiatan survei.
Dalam waktu dekat, tim akan menggelar lokakarya dan pelatihan terpadu, yang mencakup materi tentang desain kemasan, pendaftaran izin usaha, teknik produksi yang efisien, dan strategi pemasaran digital. Program ini dirancang untuk mendorong para pelaku usaha agar mampu menghadapi tantangan pasar dengan lebih percaya diri.
Tim juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait sehingga ada sinergi yang komprehensif. Sinergi ini diharapkan menjadi akselerator perubahan bagi pelaku UMKM lokal.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar bentuk pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi nyata dari kalangan akademisi terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa. Sebab, pemberdayaan UMKM adalah pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui dukungan yang berkelanjutan, tim pengabdian berharap dapat membentuk ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ke depan, Nagari Batipuah Ateh diharapkan menjadi contoh nagari yang berhasil dalam membina UMKM berbasis lokalitas namun berorientasi pasar global.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, program pemberdayaan UMKM di Nagari Batipuah Ateh diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada. Dan yang terpenting, menjadikan masyarakat nagari lebih sejahtera melalui penguatan ekonomi berbasis usaha mikro yang berdaya.

