04/05/2026
s1

Nagari Batipuah Ateh, Kabupaten Tanah Datar, Senen, 21 Juli 2025 – Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, tim dosen Politeknik Negeri Padang yang diketuai oleh Dr. Yuhefizar melakukan survei lanjutan di wilayah Nagari Batipuah Ateh. Selain pendataan UMKM, kali ini fokus survei diarahkan pada potensi pengembangan destinasi wisata baru.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah SALAYAN, sebuah kawasan hamparan sawah yang terletak di Jorong Sawah Diujuang. Lokasi ini diperkenalkan langsung oleh Wali Nagari Batipuah Ateh, yang turut serta mengajak tim untuk menyaksikan langsung keindahan dan potensi alam yang dimiliki SALAYAN.

SALAYAN memukau siapa pun yang menginjakkan kaki di sana. Hamparan sawah berundak yang luas tersaji bak lukisan alam, dikelilingi oleh tiga gunung besar yaitu Gunung Merapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Talang, serta jajaran Bukit Barisan yang melingkupinya. Disini, pengunjung juga dapat menyaksikan Danau Singkarak dari kejauhan, menambah daya tarik panorama SALAYAN.

Keindahan alam ini diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi objek wisata baru yang unggul di Tanah Datar. Kombinasi antara panorama sawah, pegunungan, dan danau menjadikan SALAYAN sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan wisata alam terbuka yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakattahun kedua oleh Politeknik Negeri Padang. Tahun ini, salah satu fokus utama dari kegiatan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal.

Wali Nagari Batipuah Ateh menyampaikan harapannya agar kegiatan pengabdian ini dapat membuka jalan bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam yang telah lama ada, namun belum tergarap secara optimal. “SALAYAN adalah anugerah. Kini saatnya kami menata dan mengelola secara serius agar bisa membawa manfaat bagi seluruh masyarakat nagari,” ujarnya.

Tim pengabdian menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pendampingan kepada kelompok masyarakat setempat. Pendampingan ini akan difokuskan pada pelatihan tata kelola objek wisata, penyusunan itinerary wisata desa, serta pengembangan SDM lokal yang mampu menjadi pelaku langsung dalam pengelolaan wisata.

“Pemandangan di SALAYAN sangat luar biasa. Tinggal menyiapkan fasilitas dasar, pengelolaan terpadu, dan tentu saja pelibatan masyarakat. Ini bisa menjadi ikon baru pariwisata Sumatera Barat jika ditata dengan baik,” ungkap Dr. Yuhefizar usai kunjungan lapangan.

Saat ini, kondisi alam SALAYAN sudah sangat siap sebagai daya tarik wisata. Namun beberapa aspek pendukung seperti akses jalan, tempat istirahat, papan informasi, toilet umum, dan spot foto masih perlu dibangun. Selain itu, masyarakat juga perlu dipersiapkan untuk memahami standar pelayanan wisata, termasuk keamanan dan kenyamanan pengunjung.

Program pengabdian akan mencakup pelatihan terpadu bagi warga, khususnya kelompok pemuda dan kelompok perempuan, agar mereka mampu mengelola lokasi secara mandiri. Selain pengelolaan teknis, pelatihan juga akan menyentuh aspek hospitality, pemandu wisata, pengelolaan sampah, dan promosi berbasis media sosial.

Dalam waktu dekat, tim dosen Politeknik Negeri Padang akan memetakan kebutuhan prioritas pengembangan dan berkoordinasi dengan pemerintah nagari serta stakeholder lain untuk mendukung proses transformasi SALAYAN menjadi objek wisata yang layak dikunjungi dan berdaya saing.

Pengembangan SALAYAN ini juga akan melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, pegiat komunitas, dan pelaku UMKM lokal. Dengan sinergi ini, SALAYAN tidak hanya akan menjadi objek wisata alam, tetapi juga wahana promosi produk lokal dan budaya masyarakat.

Selain memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan kunjungan wisata, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap aset lokal mereka, sehingga pelestarian alam dan budaya dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi desa.

Program ini menjadi contoh nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam hal pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal yang aplikatif dan berbasis potensi lokal. Dalam jangka panjang, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi objek, tapi juga subjek utama dalam pengembangan wisata.

Melalui program ini, Politeknik Negeri Padang berharap dapat mendorong lahirnya destinasi wisata baru yang tertata, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga kesejahteraan masyarakat Nagari Batipuah Ateh dapat meningkat seiring dengan bertumbuhnya sektor wisata berbasis alam dan budaya lokal.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media