04/05/2026
ephi

Padang, 8 Februari 2025 – Pelatihan daring bertajuk “Menulis Berita Gak Pake Ribet dengan AI” telah sukses diselenggarakan melalui platform Zoom. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh anggota nagari digital binaan Politeknik Negeri Padang. Pelatihan ini merupakan bagian dari program membangun desa yang mendukung Program Asta Cita Presiden RI.

Acara ini menghadirkan Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM Asean Eng, Ketua Pusat Pengembangan dan Pembangunan Desa/Nagari, sebagai narasumber utama. Dr. Yuhefizar memaparkan materi mengenai pemanfaatan AI dalam menulis berita dengan lebih efisien dan efektif. Topik ini sangat relevan dalam era digital saat ini, di mana AI semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang.

Pelatihan dimulai dengan pengenalan dasar-dasar Kecerdasan Buatan (AI). Dr. Yuhefizar menjelaskan bahwa AI adalah teknologi yang memungkinkan komputer atau mesin melakukan tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti mengenali pola, belajar dari pengalaman, atau mengambil keputusan.

Selanjutnya, narasumber memaparkan perbedaan antara AI, Machine Learning, dan Deep Learning. AI merupakan bidang ilmu yang luas, sementara Machine Learning adalah bagian dari AI yang fokus pada pelatihan mesin untuk mengenali pola. Deep Learning, yang merupakan cabang dari Machine Learning, melibatkan penggunaan neural networks yang meniru cara kerja otak manusia.

Dr. Yuhefizar juga membahas manfaat dan tantangan AI dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, AI dapat digunakan dalam diagnosis penyakit, analisis gambar medis, dan pengembangan obat baru di bidang kesehatan. Namun, tantangan seperti privasi dan keamanan data, serta potensi kehilangan pekerjaan akibat otomatisasi, juga harus diperhatikan.

Sesi tanya jawab menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh peserta. Seorang peserta bertanya, “Bagaimana cara AI bisa membantu dalam menyusun berita yang faktual dan akurat?” Dr. Yuhefizar menjawab bahwa AI dapat mengumpulkan dan menganalisis data secara cepat, sehingga membantu dalam mendapatkan informasi yang relevan dan akurat. Namun, verifikasi dan pengeditan tetap diperlukan agar hasilnya sesuai dengan konteks dan etika jurnalistik.

Dr. Yuhefizar menekankan pentingnya konsep 5W + 1H dalam menulis berita, yaitu Who (Siapa), What (Apa), When (Kapan), Where (Di mana), Why (Mengapa), dan How (Bagaimana). Konsep ini sangat penting untuk memastikan berita yang ditulis lengkap dan informatif. Dengan menjawab keenam pertanyaan tersebut, informasi yang disajikan menjadi jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Yuhefizar juga membahas mengenai Prompt Engineering, yaitu teknik memberikan instruksi secara jelas kepada AI agar dapat menghasilkan output yang optimal. Peserta diberi tips bagaimana menyusun prompt yang baik dan efektif untuk penulisan berita.

Salah satu peserta, Aji, aktifis dari nagari Guguk Kuranji Hilir, memberikan testimoni positif tentang pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat dan membantu peserta memahami cara menggunakan AI untuk menulis berita dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas.

Peserta lainnya, Cintya, dari Nagari Situmbuak, menyatakan bahwa Dr. Yuhefizar menyampaikan materi dengan sangat jelas dan mudah dipahami. Ia kini merasa lebih percaya diri dalam menggunakan AI untuk keperluan jurnalistik dan berharap bisa menerapkan ilmu yang didapat dalam pekerjaannya sehari-hari di Nagari.

Selain itu, Yendi, dari RTIK Sumbar, menyebutkan bahwa pelatihan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi AI. “Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Materi yang disampaikan sangat komprehensif dan aplikatif,” ujarnya.

Herman, peserta lainnya, mengungkapkan, “Sebagai perangkat nagari, pelatihan ini sangat membantu kami dalam penulisan berita. Saya jadi lebih mengerti bagaimana menggunakan AI untuk menulis berita dengan cara yang lebih efisien dan efektif.”

Herry, salah satu peserta dari Kab. Lima Puluh Kota, mengatakan, “Pelatihan ini sangat inspiratif. Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum saya ketahui tentang AI dan penerapannya dalam penulisan berita di Nagari.”

Di akhir sesi, Ade Putra, Wali Nagari Batipuah Ateh, menambahkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana teknologi AI bisa diterapkan dalam dunia jurnalistik. Ia berharap pelatihan serupa dapat terus diadakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan anggota nagari digital.

Pelatihan ini didukung oleh Politeknik Negeri Padang, Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Nusantara, dan Badan Kejuruan Informatika Persatuan Insinyur Indonesia. Dukungan ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kapasitas dan kemampuan digital masyarakat desa.

Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan anggota nagari digital dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis berita dengan bantuan teknologi AI. Ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan ke masyarakat luas akurat, faktual, dan mudah dipahami.

Secara keseluruhan, pelatihan “Menulis Berita Gak Pake Ribet dengan AI” tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya adaptasi teknologi dalam dunia jurnalistik. Dengan AI, penulisan berita menjadi lebih efisien, efektif, dan tetap berkualitas.

About The Author

1 thought on “Pelatihan “Menulis Berita Gak Pake Ribet dengan AI” Berlangsung Sukses

  1. Keren!
    Pelatihan ini sangat bermanfaaat bagi kami di desa/Nagari dalam membuat pemberitaan seputar Nagari dan adanya AI ini sangat mempermudah kegiatan jurnalistik.
    Terima kasih pak Epi atas diadakannya kegiatan Digitalisasi Nagari ini.
    Moga ada Pelatihan berikutnya seperti: Bagaimana pelaku UMKM membuat Legalitas usahanya seperti: pembuatan NIB, Sertifikat HALAL, P-IRT dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media