
Arosuka, 20 Agustus 2025 – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan Sosialisasi Transformasi Digital Nagari di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Solok, Arosuka. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat nagari, pemuda, serta perwakilan masyarakat dari berbagai nagari di Kabupaten Solok.
Kepala Dinas Kominfotik Sumbar, Ir. Siti Aisyah, M.Si, dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai upaya menghadirkan tata kelola nagari yang modern, efektif, dan transparan. “Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar nagari mampu meningkatkan pelayanan publik, mendorong ekonomi lokal, serta mempercepat pembangunan yang inklusif,” ujarnya.
Selain itu, turut hadir Drs. H. Nurfirman Wansyah, A.Pt., M.M., Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Barat, sebagai narasumber. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan dukungannya terhadap program nagari digital. “Nagari digital adalah langkah strategis untuk mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta memastikan generasi muda nagari tidak tertinggal dalam arus perkembangan teknologi. Kami di DPRD siap memberikan dukungan regulasi dan penganggaran agar program ini berjalan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai narasumber, hadir Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., IPM., ASEAN Eng, Ketua Pusat Studi Pembangunan dan Pengembangan Desa/Nagari Politeknik Negeri Padang. Dalam paparannya, Yuhefizar menekankan bahwa teknologi bergerak cepat sementara adaptasi masyarakat sering kali berjalan lambat, sehingga dibutuhkan upaya serius dalam literasi digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di nagari.
Menurut Yuhefizar, transformasi digital nagari mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola pemerintahan berbasis sistem, pelayanan administrasi online, digitalisasi UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata digital. “Nagari digital bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang membangun komunitas yang lebih terhubung, cerdas, dan mandiri,” jelasnya.
Sosialisasi ini juga menyoroti urgensi dan manfaat nagari digital, antara lain peningkatan kualitas layanan publik, transparansi keuangan nagari, pemberdayaan UMKM melalui marketplace online, serta perluasan akses pendidikan dan kesehatan digital. Namun, sejumlah tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, serta keberlanjutan program juga menjadi perhatian penting untuk diatasi bersama.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta berkesempatan menyampaikan aspirasi dan berbagi pengalaman terkait kesiapan nagari masing-masing menuju era digital.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nagari-nagari di Kabupaten Solok dapat menjadi pionir dalam mewujudkan nagari digital tangguh, mandiri, dan berdaya saing, sejalan dengan target Kementerian Desa PDTT untuk menjadikan seluruh desa di Indonesia sebagai desa digital pada tahun 2025.

