03/05/2026
timnagaridigital

Padang — Sepanjang tahun 2025, Politeknik Negeri Padang (PNP) menunjukkan produktivitas dan konsistensi tinggi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Nagari Digital. Dalam kurun satu tahun, PNP berhasil menjalin kerja sama dengan 25 nagari/desa, yang berarti rata-rata minimal dua nagari/desa baru setiap bulan berkolaborasi dengan PNP dalam program ini.

Capaian tersebut terdiri dari 24 nagari/desa di Provinsi Sumatera Barat dan 1 desa di luar provinsi, yakni Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Di Sumatera Barat, Program Nagari Digital PNP menjangkau 8 kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Agam, Pasaman, Sijunjung, Solok, Solok Selatan, Tanah Datar, serta Kota Padang dan Kota Sawahlunto. Luasnya sebaran wilayah ini mencerminkan tingginya kebutuhan dan kepercayaan pemerintah nagari/desa terhadap PNP sebagai mitra strategis pembangunan digital.

Program Nagari Digital dirancang tidak semata sebagai pengembangan teknologi, tetapi sebagai upaya membangun ekosistem digital nagari yang menyeluruh. Pendampingan yang dilakukan mencakup penguatan tata kelola pemerintahan nagari, pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi nagari, peningkatan literasi digital aparatur dan masyarakat, serta penguatan layanan publik yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program ini didukung oleh Tim Penggerak Nagari Digital Politeknik Negeri Padang, yang diketuai oleh Yuhefizar, dengan anggota Ervan Asri, Raemon Syaljumairi, Yori Adi Atma, Harfebi Fryonanda, dan Sumema. Tim ini berperan aktif melakukan pendampingan langsung di lapangan dengan pendekatan vokasi yang aplikatif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat nagari.

Pada tahun 2025, relevansi Program Nagari Digital juga terlihat jelas dalam situasi kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. PNP hadir mendampingi nagari terdampak melalui pengabdian tanggap bencana yang terintegrasi, meliputi bantuan logistik, layanan kesehatan dan gizi, dukungan administrasi publik berbasis sistem informasi siaga bencana, serta kegiatan edukasi, mitigasi, dan trauma healing bagi masyarakat. Pendekatan ini menegaskan bahwa Program Nagari Digital tidak hanya berorientasi pada pembangunan, tetapi juga pada penguatan ketangguhan sosial nagari.

Secara kelembagaan, capaian 25 nagari/desa dalam satu tahun merupakan indikator kuat reputasi dan produktivitas PNP. Intensitas kerja sama rata-rata dua nagari per bulan menunjukkan bahwa Program Nagari Digital telah menjadi program yang dibutuhkan, dipercaya, dan relevan di tingkat akar rumput. Kehadiran PNP semakin dikenal luas oleh masyarakat nagari sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya hadir secara akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi persoalan di lapangan.

Capaian tahun 2025 ini sekaligus ditetapkan sebagai baseline strategis Program Nagari Digital untuk tahun 2026. Dengan fondasi jumlah mitra yang kuat, sebaran wilayah yang luas, serta dampak sosial yang nyata, PNP menargetkan penguatan dan akselerasi program ke depan, baik dari sisi kualitas pendampingan, keberlanjutan sistem, maupun perluasan kerja sama lintas wilayah.

default

Dampak Program Nagari Digital tidak hanya dirasakan pada aspek teknologi, tetapi juga pada perubahan pola kerja pemerintahan nagari dan partisipasi masyarakat. Digitalisasi layanan publik mendorong efisiensi administrasi, meningkatkan akses informasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan nagari. Bagi masyarakat, program ini membuka ruang partisipasi yang lebih luas dalam pembangunan nagari berbasis data dan teknologi.

Sebagai perguruan tinggi vokasi, PNP menempatkan Program Nagari Digital sebagai ruang implementasi keilmuan terapan yang langsung menjawab kebutuhan lapangan. Setiap pendampingan dirancang berbasis praktik, keberlanjutan sistem, dan kemudahan adopsi oleh aparatur nagari, sehingga teknologi yang dibangun tidak berhenti sebagai proyek, tetapi benar-benar digunakan dan dikembangkan oleh nagari.

Program Nagari Digital juga menjadi simpul integrasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di PNP. Kegiatan pengabdian berjalan seiring dengan pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan keilmuan terapan, sehingga dosen dan mahasiswa terlibat langsung dalam proses transfer pengetahuan, inovasi, dan pemecahan masalah nyata di masyarakat.

Capaian 25 nagari dalam satu tahun menunjukkan bahwa Program Nagari Digital benar-benar dibutuhkan. Ini bukan sekadar angka, tetapi refleksi kepercayaan nagari kepada PNP dan bukti bahwa pendekatan vokasi yang kami lakukan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Yuhefizar, Ketua Tim Penggerak Nagari Digital PNP

Melalui Program Nagari Digital, Politeknik Negeri Padang menegaskan posisinya sebagai penggerak utama transformasi digital nagari di Sumatera Barat dan kawasan sekitarnya, sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata, terukur, dan berkelanjutan.

Dengan menjadikan capaian tahun 2025 sebagai baseline, PNP menargetkan penguatan Program Nagari Digital pada tahun 2026 melalui peningkatan kualitas pendampingan, keberlanjutan sistem, serta perluasan kolaborasi lintas wilayah. Ke depan, Program Nagari Digital diharapkan tidak hanya memperkuat nagari secara digital, tetapi juga menjadi model nasional pengabdian vokasi berbasis wilayah.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media