04/05/2026
fc7f8328-f660-4c01-a03c-47251a0f5f37

Padang, 15 Agustus 2025 – Program Nagari Digital kembali melanjutkan sesi pendampingan dan tindak lanjut secara daring melalui platform Zoom Meeting pada hari ini, Jumat (15/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari pendampingan sebelumnya yang telah dilakukan pada 6 Agustus 2025 bersama Kelurahan Lubang Panjang, Kota Sawahlunto.

Dalam pendampingan kali ini, peserta tetap berasal dari Kelurahan Lubang Panjang, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, yang dipimpin langsung oleh Lurah Lubang Panjang, Ibu Rachmadeni, SE, MM, beserta jajaran perangkat kelurahan. Mereka hadir untuk melanjutkan diskusi teknis dan evaluasi atas pelaksanaan program Nagari Digital yang telah berjalan di wilayah mereka.

Menariknya, pada kesempatan kali ini pendampingan juga diikuti oleh perangkat dari Nagari Tanjung Bonai Aua, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Diskusi ini dipimpin oleh Wali Nagari Tanjung Bonai Aua, Bapak Hendra Basri, beserta para perangkat nagari yang menjadi pengelola sistem Nagari Digital di daerah tersebut.

Kehadiran dua wilayah sekaligus dalam satu forum pendampingan daring ini memberikan kesempatan untuk saling bertukar pengalaman, terutama dalam menghadapi tantangan teknis maupun administratif yang dihadapi masing-masing pemerintah nagari/kelurahan dalam mengelola website dan sistem informasi digital.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Bapak Yuhefizar dari tim Nagari Digital Politeknik Negeri Padang (PNP), dengan didampingi oleh Harfebi Fryonanda dan Yori Adi Atma.

Sesi daring yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini difokuskan pada pembahasan kendala yang ditemui para perangkat nagari maupun kelurahan. Beberapa isu yang mengemuka di antaranya adalah pengisian data kependudukan, pembaruan data administrasi, serta proses pemetaan wilayah di website Nagari Digital.

Perangkat dari Kelurahan Lubang Panjang dan Nagari Tanjung Bonai Aua secara terbuka menyampaikan hambatan yang mereka alami, seperti kesulitan dalam mengunggah data dalam format yang sesuai, penyesuaian tampilan konten, hingga kendala teknis dalam mengakses fitur pemetaan yang tersedia.

Menanggapi hal tersebut, tim pendamping dari PNP memberikan sejumlah solusi praktis, termasuk panduan teknis langkah demi langkah, rekomendasi penataan data, serta tips penggunaan fitur secara optimal agar pengelolaan sistem berjalan lancar. Pendampingan ini juga dimanfaatkan untuk memastikan bahwa seluruh perangkat memahami cara mengoperasikan sistem dan keberlanjutan data.

Program Nagari Digital sendiri dirancang untuk membantu pemerintahan nagari dan kelurahan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat transparansi administrasi, dan mempromosikan potensi daerah secara daring. Oleh karena itu, sesi pendampingan lintas daerah seperti ini menjadi momentum penting untuk mempercepat adopsi teknologi di tingkat pemerintahan desa.

Di akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat untuk terus melanjutkan komunikasi dan pendampingan secara berkala, baik secara daring maupun tatap muka, guna memastikan setiap permasalahan yang muncul dapat segera diatasi. Dengan kerja sama yang solid, diharapkan Nagari Digital dapat menjadi model percontohan pengelolaan pemerintahan berbasis teknologi yang sukses di Sumatera Barat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media