04/05/2026
ps1

Direktur PNP bersama Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Padang Pariaman – Setelah menyalurkan bantuan logistik di Nagari Matua Mudiak dan Nagari Tigo Balai, Kabupaten Agam, Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang (PNP) yang diketuai oleh Dr. Ir. Yuhefizar kembali melanjutkan kegiatan tanggap darurat bencana dengan menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan penyerahan bantuan logistik dan kunjungan lapangan di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tanggap darurat bencana yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan sebagai respons atas dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Nagari Pasia Laweh dan menyebabkan kerusakan parah pada permukiman dan lahan pertanian warga.

Berdasarkan data lapangan, bencana longsor di wilayah tersebut mengakibatkan sekitar 80 hektare lahan pertanian masyarakat tertimbun lumpur, sehingga tidak dapat dimanfaatkan sama sekali. Saat kejadian banjir, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari dua meter, disertai material lumpur yang terbawa arus.

Korong Tanah Taban, lahan pertanian sudah rata tertimbun lumpur

Banjir dan longsor tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah, terutama di Korong Tanah Taban, serta berdampak serupa di Korong Sakayan dan Korong Kampuang Pondok. Kondisi ini menyebabkan banyak rumah warga tertimbun lumpur dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi.

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi, Politeknik Negeri Padang hadir sebagai perpanjangan tangan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Bantuan logistik yang disalurkan oleh Politeknik Negeri Padang berupa beras sebanyak 1 ton, yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Politeknik Negeri Padang, Dr. Revalin Herdianto, kepada pemerintah nagari setempat.

Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang meninjau sejumlah posko pengungsian di Nagari Pasia Laweh.

Logistik Bantuan yang diserahkan kepada Wali Nagari Pasie Laweh

Dalam kesempatan tersebut, DWP Kementerian ESDM juga menyerahkan bantuan berupa pengadaan sumber air bersih melalui pembangunan sumur bor di beberapa titik lokasi pengungsian, serta bantuan barang dan sembako bagi para pengungsi.

Perwakilan DWP Kementerian ESDM, Ibu Sri, yang hadir didampingi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Ny. Nita Azis, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sinergi dan kepedulian berbagai pihak dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Politeknik Negeri Padang. Mari kita bersama-sama membantu daerah yang terdampak bencana agar masyarakat dapat segera bangkit,” ujar Ibu Sri.

Sementara itu, Wali Nagari Pasia Laweh, Bpk Peri Adinur bersama Camat Lubuk Alung menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini masih banyak warga yang bertahan di pengungsian karena rumah mereka tertimbun lumpur dan membutuhkan waktu untuk proses pembersihan.

“Bantuan logistik untuk beberapa waktu ke depan masih sangat kami butuhkan, sambil menunggu hunian sementara (huntara) selesai dibangun,” ujar Wali Nagari Pasia Laweh.

Direktur Politeknik Negeri Padang, Dr. Revalin Herdianto, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapan agar proses pemulihan pascabencana di Nagari Pasia Laweh dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menyangkut pemulihan kondisi mental masyarakat serta penanganan trauma psikologis akibat bencana.

“Pemulihan pascabencana harus dilakukan secara holistik. Selain membangun kembali infrastruktur dan memenuhi kebutuhan dasar, perhatian terhadap kesehatan mental dan kegiatan trauma healing bagi masyarakat terdampak juga sangat penting,” ujar Dr. Revalin Herdianto.

Menurutnya, kebersamaan dan solidaritas sosial merupakan faktor utama yang akan menentukan kecepatan masyarakat dalam bangkit dari dampak bencana. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat saling menguatkan dalam masa pemulihan.

Tim tanggap bencana PNP bersama Wali Nagari

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana Politeknik Negeri Padang, Dr. Ir. Yuhefizar, mengajak masyarakat Nagari Pasia Laweh untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Ia menilai bahwa gotong royong merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun kembali kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun psikologis.

“Semangat kebersamaan dan saling membantu yang telah terbangun di tengah masyarakat harus terus dijaga. Gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat dalam melewati masa sulit dan membangun kembali kehidupan pascabencana,” ujar Dr. Ir. Yuhefizar.

Korong Tanah Taban, lahan pertanian sudah rata tertimbun lumpur

Melalui rangkaian kegiatan pengabdian ini, Politeknik Negeri Padang berharap kehadiran perguruan tinggi tidak hanya dirasakan melalui bantuan logistik, tetapi juga melalui dukungan moral, pendampingan sosial, serta penguatan ketahanan masyarakat terdampak bencana.

Politeknik Negeri Padang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana dan pemulihan kondisi sosial serta ekonomi masyarakat terdampak di Sumatera Barat.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share on Social Media