
Agam – Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan kegiatan Pengabdian Tanggap Darurat Bencana di Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu (21/12).
Kegiatan tersebut merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dalam skema Tanggap Darurat Bencana Tahun Anggaran 2025.
Tim pengabdian Politeknik Negeri Padang dipimpin oleh Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Raemon Syaljumairi, Yori Adi Atma, Ervan Asri, Sumema, Junaidi Asrul, dan Firmansyah.

Fokus kegiatan pengabdian tersebut adalah penyediaan dan distribusi logistik serta sarana pendukung bagi masyarakat terdampak bencana di Nagari Matua Mudiak selama masa tanggap darurat.
Seluruh bantuan disiapkan melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait sehingga dapat tersedia dan disalurkan langsung di lokasi pada hari pelaksanaan kegiatan.
Dalam pelaksanaan kegiatan lapangan, tim pengabdian menempuh perjalanan dari Kota Padang menuju lokasi melalui jalur Kelok 44 di Kabupaten Agam.
Perjalanan tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain satu titik longsor, perbaikan jalan di kawasan Kelok 8, serta kondisi gerimis yang meningkatkan risiko keselamatan perjalanan.
Selain itu, pada kawasan Kelok 30 ke atas, tim juga menghadapi kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 hingga 10 meter, di tengah kondisi jalan yang menanjak.

Tim pengabdian tiba di Nagari Matua Mudiak dan diterima oleh Wali Nagari Matua Mudiak, Akmal Hamid, S.Sos, didampingi Sekretaris Nagari Hengki, serta unsur PKK Nagari Matua Mudiak.
Berdasarkan data Pemerintah Nagari Matua Mudiak, jumlah masyarakat terdampak bencana dan sempat mengungsi mencapai sekitar 500 orang, yang berasal dari Jorong Kuok III Koto, Jorong Padang Gelanggang, dan Jorong Sidang Tengah.
Dampak terparah tercatat berada di Jorong Kuok III Koto, sehingga menjadi prioritas penyaluran bantuan.
Bantuan yang disalurkan meliputi peralatan tanggap darurat, antara lain genset, chainsaw, mesin sedot air, tandon air, pipa-pipa air, sistem informasi tanggap bencana (sumbar-siaga.id), kompor gas satu tungku beserta regulator, lampu tembak 300 watt, senter kepala, tandu lipat, terpal, serta perlengkapan kelistrikan.

Selain itu, disalurkan pula bantuan sandang dan perlengkapan pengungsian, berupa sepatu boots, selimut, mantel hujan, kasur busa, karpet plastik, serta tas dan seragam sekolah dasar bagi anak-anak terdampak bencana.
Dalam kategori sembako dan kebutuhan konsumsi, bantuan mencakup beras, gula pasir, teh, kopi, sarden, minuman sereal, minyak goreng, air mineral kemasan, susu UHT, serta madu hutan.
Untuk pemenuhan kebutuhan gizi kelompok rentan, tim pengabdian juga menyalurkan susu formula bayi berbagai usia, bubur bayi, susu ibu hamil, serta susu lansia.

Di bidang kesehatan, bantuan yang diberikan meliputi obat-obatan dan multivitamin sebagai bagian dari layanan kesehatan dasar.
Sebagai kegiatan lanjutan, pada Minggu (21/12), Tim Pengabdian Politeknik Negeri Padang juga melaksanakan kegiatan trauma healing di Jorong Kuok III Koto.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 siswa SD Negeri 12 Kuok, serta dihadiri oleh para guru, Wali Nagari Matua Mudiak, dan unsur masyarakat setempat.

Pelaksanaan pengabdian ini juga melibatkan lima mahasiswa, yakni Rivelino, Akbar, Sintia, Oriza, dan Fajar, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan kepedulian sosial mahasiswa.
Seluruh bantuan telah diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Nagari Matua Mudiak melalui Berita Acara Serah Terima, dan diterima dalam kondisi baik untuk dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Politeknik Negeri Padang menyatakan akan terus berperan aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan bencana dan pemulihan masyarakat terdampak di Sumatera Barat.

